Kadangkala seorang yang zalim terpaksa melakukan tindakan yang
menguntungkan agama Allah. Hal itu ia lakukan bukan berdasarkan niat
baik dan mengharap redha Allah serta pahala akhirat. Akan tetapi ada
kepentingan duniawi yang menguntungkan dia atau demi keselamatan
dirinya.
Untuk itu bagi pemerhati apa yang tengah berlaku dalam
percaturan kehidupan, jangan terlalu sembrono dalam mengkritik.
Barangkali kita tidak respek atas kebaikan seorang durjana, karena
begitu banyak kejahatan yang sudah ia
lakukan. Tapi jangan sampai menjadi penghalang kebaikan yang ia lakukan,
yang nyata-nyata menguntungkan umat dan kemenangan agama Allah.
Walaupun kebaikan itu atas dasar desakan kondisi dan situasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar